Merenung seperti gunung....


 Sabtu, 13 Oktober 2012
The second time, Tangkuban Parahu-Subang
Setelah ditutup karena adanya tremor dan isu gunung ini akan meletus

Penghargaan ini, Merintis Semangat yang Sempat Padam







Waktu itu masa liburan kuliah, aku sedang di Subang. Dede Anggi dan aku sedang bersenda gurau ala smack down, namun tiba-tiba telepon berdering.

“Wah, nomer Jakarta nih. Haloo Assalamualaikum”
Lalu di seberang sana menjawab, “Wa’alaikumsalam, benar dengan R Indah Ridiani

Toleransi Pada Hati




Ketika hati mulai berulah, tak kuasa menahan segala ‘ingin’ yang akan melukai hati yang lain. .
Hentikan ? atau teruskan ? atau bernyanyi saja ?

Usianya Sudah 14 Tahun



Dia sepi, tak berbahasa...

Dia diam, tak banyak bergerak...

Dia hanya diam di atas kursi roda, menatap teman seumurannya bermain, tertawa-tawa..

Ah tidak, dia tidak duduk, dia hanya bersandar, karena tulang belakangnya tak mampu menopang berat badannya sendiri.

Katanya Perbedaan itu Nama Saya (baca : indah)

Perbedaan itu indah.

Rumah itu terbuat dari elemen yang berbeda - beda...


semen...



air...