Ramadhan, Menebar Toleransi, Menuai Harmonisasi (2)
Tak pernah mau kalah dengan komunitas-komunitas muslim yang bertempat tinggal di Amerika Serikat, saya dan crew Radio dari tahun ke tahunnya pun melakukan hal yang sama. Kami membagi-bagikan tajil gratis dan buka puasa bersama yang dibuka untuk publik. Kami membagi-bagikannya kepada siapa saja yang melintas di area Jalan depan pelataran parkir, tak pandang agama, entah itu kristiani, budha ataupun konghuchu.
Ramadhan, Menebar Toleransi, Menuai Harmonisasi
Sejatinya, kita sebagai umat muslim wajib menjalankan ibadah puasa di bulan ramadhan. Tak hanya berpuasa dalam sistem pencernaan, namun juga mempuasakan hati dan indera yang selama ini sudah banyak mengurangi pahala dan menambah dosa. Menahan haus dan lapar, menahan pandangan pada yang tak layak dipandang, menahan dan bahkan mengobati penyakit hati seperti benci, iri, dan saling memusuhi.
Ramadhan, bulan yang sangat spesial dan penuh cinta ini, tentu saja sangat disayangkan jika disia-siakan.
(Bukan) Toleransi Musiman
Aku dan Lele banyak berbeda...
Beda budaya...
Kebudayaan dan tradisi yang kadang terasa sangat kontras antara Aceh dan Sunda.
Tapi...
Kami, dengan antusiasnya mendengarkan penjelasan tentang kekayaan budaya masing-masing. Tentang pernikahan di sunda yang terdiri dari tradisi menginjak telur, saweran hingga rebutan bakakak. Dan pernikahan di Aceh yang meminang pasangannya dengan emas
Subscribe to:
Posts (Atom)
About Me
My parents named me R. Indah Riadiani Hapsarie
Social Network
Labels
- belitung
- bulan madu
- cerita melahirkan
- danau kaolin
- Dieng
- gantong
- induksi alami
- itinerary
- kelahiran
- Ketimbang Ngemis
- kontraksi nyaman
- laskar pelangi
- Maryam yang Terusir Karena Iman
- Mekkah - Madinah
- melahirkan
- melahirkan normal
- sd muhammadiyah
- Subang
- tanjung kelayang
- tanjung pandan
- tanjung pendam
- wisata




