Batam Jadi Pusat Perdagangan Batik ASEAN
Batam dicanangkan sebagai pusat perdagangan batik se-ASEAN dalam rangkaian pameran dan pendidikan batik di Batam akhir Desember 2011.
"Batam dijadikan pusat perdagangan Batik ASEAN karena letaknya yang strategis dan banyaknya Usaha Kecil Menengah yang mengembangkan batik di Batam," kata Ketua Kamar Dagang dan Industri Daerah
Batik dan Kerajinan Tangan Indonesia Tembus Pakistan
Lembaga Pemberdayaan Perempuan Dewan Pimpinan Pusat Pengusaha Mikro dan Kecil Indonesia (LPP DPP Hipmikindo) dinilai berhasil mempromosikan kain batik dan kerajinan tangan Indonesia ke Islamabad dan Lahore, Pakistan.
Pujian tersebut disampaikan Butar Latuconsina, istri Dubes Indonesia untuk Pakistan Ishak Latuconsina, usai mengikuti rangkaian KTT ASEAN di Jakarta, Senin (9/5).
Sementara itu Ketua LPP DPP Hipmikindo Decy Widhiyanti mengatakan kegiatan ini didukung oleh KBRI di Pakistan dan PT Jamsostek. Decy bertekad akan terus mempromosikan batik dan produk unggulan daerah Indonesia di luar negeri.
"Misi Indonesian Culture Week yang dibawa pengusaha UKM Indonesia ke Pakistan cukup berhasil dan mendapat respon positif. Dari mulai promosi produk, acara workshop, culture show , tarian, nyanyian, fashion sow, dikemas sedemikian rupa lalu digelar di gedung kesenian Islamabad dan Lahore, Pakistan," kata Butar Latuconsina.
Respon masyarakat Pakistan, katanya, dibuktikan dengan sambutan pers setempat yang mengekspose kegiatan ini melalui koran dan televisi. Bagi masyarakat Pakistan, tarian dari Indonesia yang ditampilkan tidak kalah dibandingkan dengan negara lain. Demikian pula demo pembuatan batik dengan canting.
Pujian tersebut disampaikan Butar Latuconsina, istri Dubes Indonesia untuk Pakistan Ishak Latuconsina, usai mengikuti rangkaian KTT ASEAN di Jakarta, Senin (9/5).
Sementara itu Ketua LPP DPP Hipmikindo Decy Widhiyanti mengatakan kegiatan ini didukung oleh KBRI di Pakistan dan PT Jamsostek. Decy bertekad akan terus mempromosikan batik dan produk unggulan daerah Indonesia di luar negeri.
"Misi Indonesian Culture Week yang dibawa pengusaha UKM Indonesia ke Pakistan cukup berhasil dan mendapat respon positif. Dari mulai promosi produk, acara workshop, culture show , tarian, nyanyian, fashion sow, dikemas sedemikian rupa lalu digelar di gedung kesenian Islamabad dan Lahore, Pakistan," kata Butar Latuconsina.
Respon masyarakat Pakistan, katanya, dibuktikan dengan sambutan pers setempat yang mengekspose kegiatan ini melalui koran dan televisi. Bagi masyarakat Pakistan, tarian dari Indonesia yang ditampilkan tidak kalah dibandingkan dengan negara lain. Demikian pula demo pembuatan batik dengan canting.
My Room at The Dorm
Welcome in My Little room ...hehehe
pas masuk disambut oleh pintu kamar yang penuh untaian-untaian unyu...pintu yang ditempeli poster wanita-wanita parlemen dan lukisan tangan Fajar yang memvisualisasikan wajah-wajah ayu nan mempesona (indah, winner dan Julie)
next ...
itu bukan boneka aku... itu si teddy, punya jupe
itu bukan boneka aku... itu si teddy, punya jupe
Subscribe to:
Posts (Atom)
About Me
My parents named me R. Indah Riadiani Hapsarie
Social Network
Labels
- belitung
- bulan madu
- cerita melahirkan
- danau kaolin
- Dieng
- gantong
- induksi alami
- itinerary
- kelahiran
- Ketimbang Ngemis
- kontraksi nyaman
- laskar pelangi
- Maryam yang Terusir Karena Iman
- Mekkah - Madinah
- melahirkan
- melahirkan normal
- sd muhammadiyah
- Subang
- tanjung kelayang
- tanjung pandan
- tanjung pendam
- wisata








